Create your blog and photo album with postbit
Create your blog and photo album

Create new post

Content:

Upload a picture:
Tags (keywords separated by comma)

Save Cancel
williamson34johansen:   Followers: 0 ; Following: 0


Tutorial Melakukan Prediksi Dalam Pertandingan Sepak Bola


Tatkala menonton pertentangan sepakbola di layar muka kita sering disajikan kampanye tebak skor yang dijalani para juru. Walau memikat, saya tidak percaya tumbuk skor ialah sesuatu yang seharusnya dijalani.

Kalau sekadar untuk fun and games bolehlah, namun demikian tentu bukan perlu dianggap serius sebab tidak ada dasar logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu buah pertandingan.

Berbeda dengan menebak siapa menjimbit yang akan menang -- atau bahwa pertandingan dengan berakhir beserta seri. Menebas seperti itu natural saja dijalani, walau saat akhirnya globe itu tambun sehingga pemimpin pun kerap kali lengah diprediksi. Apa sebab? Karena ada tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui tulisan ini saya akan sebarkan beberapa tips membuat dugaan yang jitu. Bukan menandakan saya terus-menerus benar pada memprediksi satu buah pertandingan. Tentu saja tidak, meski pun dengan segelintir berbangga (sediiiikit saja) aku memiliki rekor kebenaran prediksi yang sempurna tinggi: pada umumnya 3 atas 4 antisipasi saya cocok kenyataan.

Dua bulan sebelum terjadi, abdi memprediksi mau terjadi All German final di Persatuan Champions. Di final, tergolong di depan beribu-ribu warga Surabaya yang membanjiri sebuah kalender nonton bareng, saya memprediksi Bayern Munich akan mengalahkan Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kelebihan. Sebelum tersebut saya pula meyakini jika Atletico Madrid akan menundukkan Copa Del Rey. Belakang, saya memperkirakan Belanda mau mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin hamba tekankan disini adalah; dugaan bisa sahih bisa khilaf, tapi yang penting satu buah prediksi mutlak harus mempunyai dasar mantik atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, 1 buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu buah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang sahih maka segmen keberuntungan makin kecil. Siapa pemenangnya tetap sekadar tidak sanggup diprediksi berdasar pada 100%, bahkan prediksi menyerempet skor akhir. Akan tetapi, presentase kemungkinan ketelitian prediksi mumbul tajam.

Abdi ajak Engkau untuk menyelidiki beberapa perkiraan terakhir abdi guna menjabarkan beberapa rukun penting yang saya tetap akan bernilai bagi Kamu saat mencoba memprediksi festival.

Di antara prediksi yang aku sebut dalam atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena sepakan Real Madrid berkali-kali hal mistar tiang Atletico]. Walau demikian siap logika dalam belakang bayangan tersebut: Atletico juara walau Real Madrid jauh kian berkualitas. Perangkat masa menyatakan ketidakrukunan pemain Madrid beserta pelatihnya, Jose Mourinho, serta bahkan ketidakrukunan di antara pemain sendiri.

Mulai media asing saya menerima kabar bahwa Ronaldo serta Mourinho pun tidak sepaham (berita hal hal berikut baru keluar di Indonesia beberapa zaman lalu). Guna pelatih saya paham sah arti kesyahduan tim dalam dan dalam luar lokasi dan dampaknya bagi prestasi tim. Hal ini disematkan faktor Falcao yang pada itu on fire, yang menghasilkan saya keji memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips dugaan 1: Pertimbangkan suasana pada tim, paling utama saat satu turnamen berlaku di mana pemain harus terus bertepatan tanpa dapat menghindari rekan-rekannya.

Tip prediksi 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat perbandingan cup, kemonceran striker amat menentukan. Saat pertandingan perkongsian kualitas kali panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta segala elemen menyunggi lainnya. Ketika laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menetapkanmengukuhkan, menjadikan, walau daya keseluruhan menyunggi juga pantas dipertimbangkan.

Saat memprediksi kemenangan Belanda 3-0 atas Indonesia saya mengikuti hati nurani. Secara subjektif saya membela Indonesia tentunya. Namun, saat mengenakan kacamata dinamakan objektivitas, kalian semua pasti setuju jika Belanda rumpang di kepada Indonesia. Dulu mengapa gak memprediksi skor akhir yang lebih transparan? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat berbeda dengan Indonesia bakal bermain maksimum gairah, sehingga akan siap mereduksi pertikaian kualitas. Oleh karena itu, skor sedikit atau buntal bisa saja diprediksi dengan sound logic -- namun kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, ialah keberuntungan semata.

Tips bayangan 3: Hindari membela satu buah tim saat membuat bayangan. Kita boleh selalu bertafakur tim tambatan hati kita unggul, tapi tatkala membuat perkiraan tentu pikiran harus diutamakan di atas fanatisme menawan hati.

Saya tersenyum saat menduga di 1 buah media masa tentang persamaan-persamaan final Persatuan Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi spesialis terakhir bengawan. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi kelebihan Dortmund menurut fakta-fakta itu. Mereka meleng bahwa fakta-fakta tersebut mempesona dan kadang benar adanya, namun tidak memiliki kolerasi apapun secara pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah fenomena dengan fakta yang lain adalah salah satu kaca dari sekian banyak orang fallacy of logic.

Tips prediksi 4: Jangan terperosok para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), akan tetapi dijual seakan akan sedang menjadi mintakat membuat satu prediksi festival.

Dalam vokal yang sama statistik pertandingan sempang Dortmund vs Bayern juga dimunculkan hingga bertahun-tahun kincit. Karena sejarah statistik Dortmund memang semarak saat menjaga Bayern, penuh yang kemudian menilai BVB akan sanggup mengalahkan Bayern di pucuk Eropa. Sesuatu ini menumpurkan. Mengapa? Karena statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan mutakhir. Statistik prolog musim pula biar tidak mampu dengan sama sekali menjadi tonggak. Perkembangan ke-2 tim sejak pertemuan final perlu dipertimbangkan.

Tips prediksi 5: Manfaatkan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Anda pada statistik pertandingan renggangan kedua menyunggi yang paling dekat dengan saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) ke-2 tim berdasar pada keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini sekadar.

Karena perkiraan saya sering saya tampilkan di twitter (@coachtimo), tidak sedikit pihak memeras saya menjangka berbagai pertandingan lainnya. Mayoritas saya abaikan atau saya tolak dengan alasan kurang paham hal kekuatan ke-2 tim. Alasan saya ini senafas beserta tips bayangan berikut.

Tips prediksi 6: Jangan sok tahu. Hindari mencoba-coba membuat bayangan tanpa dilatar belakangi keterangan dan wawasan yang bagus mengenai menyunggi atau persatuan tersebut. Jika bukan pakarnya English Premiere League, misalnya, hindari menciptakan prediksi mengenai MU vs Chelsea. Kalian mustahil sebagai pakar tentang semua perkongsian yang siap. Akui pula.

Tips perkiraan 7: Kalian juga bukan seharusnya menjangka setiap perbandingan. Ada waktunya pertandingan super sulit diprediksi. Analisa Kamu deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua menjulang menurut Engkau 50-50. Lamun sudah begitu tahan diri, hindari mengempa diri memproduksi prediksi. Secara demikian prosentase kejituan dugaan anda hendak meningkat.

Sedang banyak proporsi lainnya yang bisa & patut dikenakan dalam menghasilkan sebuah prediksi yang berkualitas. berita prediksi bola Karena keterbatasan tempat hamba berhenti datang di sini dulu.

Ingat: satu prediksi yang berkelas tidak melulu ditentukan oleh petunjuk prediksi tersebut. Sebuah prediksi yang terhormat, baik sahih maupun cela, seharusnya dinilai dari reason atau markah analisa yang ada pada belakangnya.

Post by williamson34johansen (2017-03-07 15:05)

Post your comment:

Name: Email: Site:


| Explore users | New posts | Create your blog | Create your photo album |
| About Postbit | Our blog | Terms of use | Contact Postbit |


Copyright © 2017 - postbit.com